Politeknik Nasional Mahasiswa Program Studi Usaha Perjalanan Wisata (UPW) Politeknik Nasional melaksanakan kegiatan praktikum pramuwisata (guide) di dua destinasi unggulan Bali, yakni Objek Wisata Sangeh dan Daya Tarik Wisata Jatiluwih. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran berbasis praktik untuk membekali mahasiswa dengan pengalaman lapangan sebagai pemandu wisata profesional.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori kepemanduan, tetapi juga langsung mempraktikkan keterampilan inti seorang pemandu wisata. Mulai dari membaca dan menginterpretasikan potensi destinasi, menyapa serta berinteraksi dengan wisatawan, hingga menyampaikan cerita kearifan lokal secara komunikatif dan bermakna. Di kawasan Sangeh, mahasiswa belajar mengemas narasi tentang hutan pala, keberadaan kera, serta nilai-nilai pelestarian alam dan budaya yang hidup di tengah masyarakat setempat. Sementara itu, di Jatiluwih, mahasiswa mendalami teknik bercerita mengenai sistem irigasi tradisional Subak yang telah diakui sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO, sekaligus mengasah kemampuan guiding di kawasan bentang alam persawahan yang luas dan dinamis.
Selama praktikum, mahasiswa dilatih untuk menerapkan standar pelayanan pemandu wisata, termasuk etika profesi, teknik komunikasi efektif, penguasaan materi destinasi, serta kemampuan mengelola kelompok wisatawan. Pendekatan pembelajaran ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri dan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja pariwisata. Melalui kegiatan praktikum ini, Politeknik Nasional menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan vokasi yang kompeten, berkarakter, dan siap kerja. Pengalaman nyata di lapangan menjadi fondasi penting dalam membentuk pemandu wisata yang tidak hanya informatif, tetapi juga mampu menghadirkan pengalaman berwisata yang berkesan.
Kegiatan ini membuktikan bahwa pemandu wisata hebat lahir dari proses belajar yang nyata—karena pengalaman langsung adalah guru terbaik dalam dunia pariwisata.